Abortus Tuba

Saturday, March 30, 2013

Untuk pasangan suami istri yang sedang menanti-nanti kehadiran buah hati, pasti senengnya bukan main kalo udah liat kalender ternyata udah telat haid berhari2.. Begitu juga yang terjadi sama saya..

Sudah satu tahun lebih saya menikah. Eh itu baru satu tahun atau sudah satu tahun ya tepatnya? Yang mana aja deh.. Dalam satu tahun belakangan itu saya dan suami punya hobi baru: itung-itungan tanggal haid. Setiap udah telat, 3 hari aja, kami berdua langsung ketar-ketir, harap-harap cemas, berharap kalo telat haid sampai 8 bulan ke depan. Hehe

Setelah dikecewakan berkali-kali oleh alat tes kehamilan pribadi yang dijual bebas di apotik itu, menjadikan saya untuk tidak berminat lagi tes sendiri kalau telat haid. Seperti bulan februari lalu, sudah telat lebih dari seminggu, ternyata haid juga.

Nah, ada yang beda di bulan ini. Seminggu telat haid pun berlalu.. Cemas, deg-degan, mengharap-harap kalau kali ini dikasih amanah itu. Awalnya saya ga mau pake test pack, takut kecewa. Tapi karena teman sekantor juga ikutan gemes, dia yang ke apotik beli TP itu. Yasudah dong, saya coba. Ternyata hasilnya itu NEGATIF. Kan saya dikecewakan lagi (dalam hati). Tapi berkat rekomendasi dari teman-teman lainnya, saya disuruh ke dokter kandugan yang sudah terkenal reputasinya untuk program kehamilan. Jadi, berangkatlah saya dan suamu ke dokter itu. Setelah di USG, ternyata hasilnya NEGATIF juga. Dokter menyarankan untuk tes hormon dan sebagainya untuk mengecek kenapa saya belum hamil juga sampai saat itu. Syarat tesnya adalah dilakukan pada hari ke3 saat menstruasi. Okelah, gak apa-apa, yang penting kami sudah berusaha.

Jadilah kami menunggu datangnya haid karena untuk cek hormon tadi. Eh ternyata yang ditunggu belum datang juga. Wah ini langka! Udah 2 minggu terlambatnya. Sambil deg-degan penuh harap, saya pun ke apotik beli tes pack lagi. Setelah di tes ternyata garisnya ada dua! It means POSITIF! Yeeeyy!
Senengnyaaaaa bukan main... Ini kabar paling membahagiakan selewat setahun ini. Gak sabar pegen cerita ke suami, ke ibu, adik, kakak, kesemuanya deh..

Akhirnya saya bawa kabar gembira ini ke keluarga dan orang terdekat. Senengnyaa luar biasaaaa! Yang dikabarin jauh lebih heboh. Hehehe..
Setelah kehebohan itu, saya sudah PD sekali ke dokter buat pastiin si calon baby ini. Pengen liat gambarnya di USG. Lalu berangkatlah kami ke dokter. Setelah disampaikan bahwa hasil tes positif, dokter langsung USG. Di luar dugaan, dokter bilang, "tapi ini ga ada kantung rahimnya ya? Belum keliatan." akhirnya si dokter minta izin utk USG transvaginal. Tapi hasilnya nihil. Ditambah dengan rasa nyeri di perut saya, maka dokter beralih ke kesimpulan, "saya curiga ini kehamilan ektopik, hamil di luar rahim". Kemudian dokter menyarankan saya untuk tes lebih lanjut di Rumah Sakit Umum.

Sedih.

Saya ke dokter dengan wajah ceria dengan sejuta harapan indah. Tapi ternyata keluar dari situ malah sedihnya luar biasa. Di rumah cuma bisa nangis. Suami terus meyakinkan saya untuk tetap kuat dan tegar. Masih ada kemungkinan lain. Siapa tau dokter itu salah.

Sepertinya semua terjadi di luar kendali dan terjadi begitu cepat. Dokter kedua yang saya datangi ini periksa kandugan saya. Setelah pemeriksaan detil dan lama, beralih pada kesimpulan bahwa saya benar hamil di luar rahim. Istilah kedokteran bilangnya Kehamilan Ektopik. Dan karena kehamilan beresiko tinggi ini tidak bisa dipertahankan krn janin tidak berada di tempat seharusnya, janin tidak bisa berkembang lebih dari 6 minggu krn tempatnya sangat kecil, yaitu di tuba falopii jadi akan terjadi pendarahan hebat karena tubanya akan pecah. Solusinya adalah operasi.

Rasanya kok kayak mimpi ya? Dalam sekejap seneng luar biasa, sesaat kemudian kayak ditampar.
Dan itulah alasan kenapa saya disini sekarang. Berbaring di atas tempat tidur di Rumah Sakit. 2 hari lalu saya dioperasi. Embrio yang menempel pada tuba falopii itu telah dikeluarkan. It's called Abortus Tuba.
Sakit bekas operasinya sebanding dengan sedih karena kehilangan. Dia yang belum sempat tumbuh jadi janin sudah harus pergi. Sedih. Tapi saya punya suami yang hebat dan keluarga yang sangat menyayangi saya. Insya Allah saya dan suami ikhlas dengan ketetapan Allah yang satu ini. Semoga Allah SWT memberikan ganti yang lebih baik.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

1 comments:

Inggar Pradipta said...

Ewes sayang, tetap berdoa ya buat dia yang sudah pergi duluan sebelum ketemu kamu. Siapa tau di sana, Allah menjaganya, membuatnya tumbuh, menaruhnya di surga untuk menunggu kamu di sana.

Temen gw bilang, tulang rusuk pasti tau pemiliknya, seorang anak, meski nggak pernah melihat ibunya sekalipun sejak lahir, dia nggak akan pernah bisa lupa suara ibunya. Berdoa aja wes. Di atas sana, siapa tau.

Post a Comment