Dear you,

Monday, August 27, 2012


Dimanakah kau, kawan?
Sahabat sepermainan..
Dulu, kita pernah menamakannya “kawanan ubur-ubur”.
Kamu,
Yang selalu piawai menggambar
Ubur-ubur berkacamata,
Ubur-ubur berjilbab,
Ubur-ubur berambut panjang,
Ubur-ubur berponi,
Ah, aku rindu sekali.
Tidakkah sedikit kau ingat,
satu saja kenangan di masa-masa putih abu-abu kita?
Kamu, 
sahabat terbaik, 
guru terbaik, 
pendengar terbaik cerita,
Peredam emosi,
Penengah dalam perselisihan yang seringkali karena masalah sepele.
Ah, kamu yang sangat dewasa di antara kita semua..
Wawasanmu tentang dunia membuat kita, terutama aku, terkagum-kagum.
Apalagi puisi-puisimu itu..
Tak pernah aku lupa,
Saat aku dan yang lain memilih majalah remaja untuk bacaan, kamu memilih majalah berita.
Saat aku dan yang lain sibuk membahas artis hollywood, kamu memilih untuk berdiskusi tentang perpolitikan negeri ini.
Sahabat,
Kamu sangat berarti untuk kami
Dulu, begitu pula saat ini
Tidak pernah sekalipun kami alpa membahas kamu di sela-sela perbincangan kami.
Bahkan hingga kemarin.
Dunia mungkin boleh berubah.
Kamu pun mungkin boleh berubah.
Tapi tidak kami.
Tapi tidak aku.
Maukah kamu mengulang,
Atau sekedar bernostalgia kenangan kita bersama dulu?
Semoga tulisan cengeng ini terbaca olehmu, sahabat.


2 comments:

Inggar Pradipta said...

we all know who.
we all know her.
we all missed her.
if she asks, "all this time?"
we'll answer, "always."

Ewesz said...

yes, absolutely.

:')

Post a Comment