Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan

Thursday, June 28, 2012

Sudah hampir genap 3 minggu saya bekerja di kantor baru. Di tempat yang benar-benar baru, ibukota Sumatera Selatan. Yes, I've moved to this town in order to cut the distance between me and my husband.
 
Kerasankah saya disini? Saya belum bisa bilang begitu..

Dulu, pertama kali masuk ke kantor pertama, penerimaan disana sangat welcome. Gak perlu nunggu seminggu unutk dikasih kerjaan, lusanya sudah disuruh bantu untuk buat laporan dan sebagainya. Suasana nyaman dan pimpinan disana menyenangkan. Eh, bukan berarti disini pemimpinnya gak menyenangkan loh.. So far sih mereka baik-baik aja, welcome dan memperhatikan. Cuma satu yang gak baik, sampe saat ini gw gak jelas ditaro di bagian apa, bertanggungjawab sama apa, dan seterusnya...

Baiklah, saya tidak akan membanding-bandingkan kantor ini dengan kantor lama. Tapi saya hanya ingin share aja, kalo saya agaknya sedih ketika tau di bagian mana saya akan ditempatkan. Awalnya mau di unit kerja A. Ah saya tertarik sekali mengerjakan sesuatu yang beda dai yang lama. Apalagi unit kerja itu bisa dibilang kompasnya instansi. Tapi ternyata gak jadi, tapi ditempatin di bagian B. Yah gapapa sih.. di kantor yang lama juga gitu. Tapi yang mau digarisbawahin itu adalah mereka bawa-bawa gelar ke dalam penentuan pantas atau tidaknya seseorang ditempatin. Gak ada yang salah sih, yang salah adalah pernyataan ini: "Westi kan S.Sos, cocoknya di B aja, ga bisa dia di A.. nanti kan ada yang datang anak SE, baru ditempatin di A." Padahal ya, kawan yang S.Sos disini ditempatinnya juga gak di B kok. FYI ya, di unit B ini malah gak butuh tambah pegawai, yang butuh di A, katanya..

Ah sudahlah.. lagi-lagi masalah jurusan, jadi gak dianggap gak kredibel nanganin isu strategis macam program. Belum apa-apa udah diragukan gak mampu, macam mana ini.. huhu.. Sayang sekali ya..