Sosok Seorang Ayah di Mata Anak Perempuannya

Wednesday, November 25, 2009

Pagi tadi aku bermimpi lagi tentang Ayahku, Ayah yang sudah genap 10 tahun aku tak melihatnya. Tiba-tiba dada ini rasanya sesak, melihat dengan jelas sosok tampan dan gagah ayahku lagi dalam mimpi itu. Aku rindu sekali...

Hmmm... aku jadi teringat notes salah seorang teman di situs jejaring sosial yang berjudul Sosok Seorang Ayah di Mata Anak Perempuannya, isinya seperti ini:


Biasanya, bagi anak perempuan yang sudah dewasa, yang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau, atau sedang sekolah atau kuliah yang jauh dari kedua orang tuanya, akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagimana dengan Papa?

Mungkin Mama lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa yang mengingatkan Mama untuk menelponmu setiap hari?

Mungkin dahulu sewaktu kamu kecil, Mama yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi taukah kamu bahwa sepulang Papa bekerja dengan wajah lelah ia selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya akan mengajari putri kecilnya bermain sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" , karena Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba, tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak berkata :
"sudah di bilang! jgn minum air dingin!".
Berbeda dengan mama yang memperhatikanmu dengan lembut.
Ketahuilah saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut untuk boleh keluar malam, Lalu papa mulai bersikap lebih tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa papa melakukan itu untuk menjagamu?
dan karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat berharga?

Lalu kamu marah pada Papa dan masuk ke kamar membanting pintu, dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
"Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?"

Pada saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Maka Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :)
Dan sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu kalau hati Papa merasa cemburu?

Pada saat kamu mulai dipercaya dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut dengan menunggumu pulang, hati Papa akan mengeras ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam...dan Papa pasti memarahimu...

Sadarkah kamu bahwa ini karena hal yang di takutinya akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya sudah tidak akan ada lagi di rumah Papa"

Setelah lulus SMA, Papa sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu adalah menjadi seorang penulis :)

Ketika kamu harus pergi kuliah dikota lain, dan Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati..
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya dan menepuk pundakmu berkata "jaga diri baik2 ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu kuat...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan untukmu... kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "iya sayang,nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Dan di saatnya nanti kamu wisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin....
Karena Papa tahu bahwa lelakii itulah yang nanti akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....
saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa akan tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis..dalam doanya kepada Tuhan "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik, bahagiakanlah ia bersama suaminya"

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu dan cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... dgn rambut yang telah memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Papa harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu..
Papa adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal apapun.

:)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai....

Kamu adalah salah satu orang yang beruntung...

Doakan Orang Tuamu sekarang....Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah dosa kedua orangtuaku...
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil....amien


-originally posted by: Nurul Ainul Marduyah, yang diambil dan diadaptasi sedikit setelah meminta ijin dari sebuah forum-


i love u, dad...

0 comments:

Post a Comment